Dicari! Dosen Tetap Non-PNS UB

logoubSahabat, apakah kalian tahu berapa jumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) saat ini?

Sstt, saya kasih tahu ya, mahasiswa UB saat ini jumlahnya 52.376 orang. Banyak kan?

Nah, sedangkan jumlah dosen (PNS maupun Non-PNS) jumlahnya 1.852 orang.

Jika dilihat kondisi saat ini, rasio mahasiswa/dosen di UB adalah 27,7. Menurut Ditjen Dikti, dalam rangka optimalisasi sumber daya, target minimum untuk rasio mahasiswa/dosen adalah 25 untuk bidang sosial, dan 20 untuk bidang eksakta.

Sahabat, ini hanya sedikit info mengenai jumlah mahasiswa dan dosen UB. Sedangkan saya ingin menyampaikan bahwa UB saat ini sedang membuka lowongan untuk Dosen Tetap Non-PNS. Ingin tahu lebih lengkap, bisa dibaca pengumumannya di sini.

Atau kalian bisa langsung datang ke Bagian Kepegawaian, Lantai 4 Gedung Rektorat UB. :)

Join UB, (insyaAllah) be the Best.

Salam,

Jangan Takut !

ph1040

Saya hanya ingin menyampaikan; bahwa jalur kereta di depan yang tampak sempit nan mengecil, sejatinya tetaplah lebar seperti jalur kereta yang engkau pijak saat ini. Jangan takut melangkah, jangan takut menghadapi masa depan. Tetaplah berbaik sangka bahwa masa depanmu adalah masa depan yang cerah, indah. Jangan takut!

#sedang menyemangati diri

*foto diambil di Stasiun Gubeng Surabaya

Nyamuk

Jika masa depan bukan misteri, akan menjadi mudah. Jika hidupmu sangat mudah, kau tak akan bernilai tinggi. (Jamil Azzaini)

Hidup memang tidak mudah, ia membutuhkan perjuangan; begitu kata orang-orang.

Pernahkah kalian digigit nyamuk? Coba perhatikan bagaimana nyamuk hidup. Mereka mencari makan (minum juga boleh) dengan menghisap darah segar. Resikonya sangat besar, nyawa taruhannya. Kadang dipukul hingga remuk tubuhnya berceceran darahnya, kadang mabuk udara gara-gara menghirup asap beracun, kadang juga sampai kesetrum raket listrik hingga hangus. Tapi mereka tidak mau menyerah, terus saja berjuang, terus saja nguing-nguing di dekat telinga kita; tidak lantas ke kantor PMI mencari darah yang sudah dikantongi. Tidak.

Bagi nyamuk, darah adalah kehidupan. Tidak ada darah, tidak ada kehidupan. Darah harus didapat, meski butuh perjuangan yang berdarah-darah. Perjuangan hingga tetes darah terakhir. (eh, darah nyamuk kan cuma setetes, hehe) :D

Semestinya kita juga demikian, berjuang dengan sungguh-sungguh untuk kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih hidup. Kehidupan yang bernilai tinggi kata Jamil Azzaini. Itulah mengapa hidup itu tidak mudah. Begitulah.

Oiya, terakhir, adakah kalian tahu mengapa nyamuk minum darah?

Iya, kalian benar, karena kalau minum susu bukan nyamuk namanya, tapi belalang kupu-kupu. :D

Selamat malam, ;)

Tentang Aku dan Kita

Hidup bukan hanya tentang aku, hidup juga tentang orang-orang yang kita cintai. Hidup juga tentang agama yang kita anut. Hidup juga tentang orang-orang di sekitar kita. Hidup juga tentang bangsa dan negara tempat kita hidup. Hidup juga tentang bumi yang kita pijak. Hidup bukan hanya tentang “aku”, tetapi juga tentang “kita”

Demikian penggalan kalimat yang saya cuplik dari pengantar sebuah buku berjudul Makelar Rezeki karya Jamil Azzaini, yang baru saya beli kemarin malam. Buku ini mengajak kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan juga memikirkan kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Dalam bahasa sederhana Kakek Jamil (begitu sapaan akrab beliau) bahwa, “Kalau Anda ingin sukses, sukseskanlah orang lain. Kalau Anda ingin bahagia, bahagiakanlah orang lain.”

Nah, jika Sahabat-sahabat ingin tahu lebih dalam isi buku tersebut, silahkan beli dan baca sendiri ya.. Karena saya sendiri juga baru baca pengantarnya. :D

Sekian laporan singkat (baca: pamer buku baru) dari saya, dan terima kasih. :D

Salam Sukses Mulia *niru Kakek Jamil ;)

sumber gambar dari sini

Cerita dari Peringatan Nuzulul Qur’an

Ini bukan sebuah berita, tapi sedikit cerita tentang kegiatan semalam (6/8); Peringatan Nuzulul Qur’an 1433 H di Universitas Brawijaya tempat saya bekerja. Kegiatan yang bertempat di Masjid Fatahillah Gedung Rektorat Lt. 6  UB ini mengangkat tema: “Optimalisasi Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah/Month of Education (Bulan Pendidikan) Untuk Menyongsong Masa Depan Yang Lebih Baik”. Diawali dengan sholat tarawih dan witir berjamaah, kegiatan ini diikuti oleh segenap civitas akademika UB, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa.

Rektor UB, Prof.Ir. Yogi Sugito, yang hadir pada kegiatan tersebut, berkesempatan memberikan sambutan di hadapan para jamaah. Dalam sambutannya, Rektor menyatakan terkait bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan, bahwa saat ini UB berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada masyarakat, salah satunya dengan adanya SPP proporsional dan penerimaan mahasiswa jalur Bidik Misi dalam jumlah besar. Continue reading

Award ‘sindiran’

Rasanya sudah lama sekali saya tidak membuka blog ini, hingga lumuten alias banyak lumutnya. Tapi ndak papa, sekalian mendukung program go green, hehe.

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat memberi saya award, lebih tepatnya Cube Award. Ia adalah Mas Rian (bukan nama samaran), rekan kerja di kantor dan seorang blogger sejati. Bagi dirinya, blog yang mendapat award tersebut adalah blog yang postingannya membuat dia terinspirasi, ikutan berfikir, tertawa, merenung dan banyak hal yang ia dapat. Terus masalahnya?

Mengenali Rasa Minder

Sahabat, pernahkah kalian merasakan minder? atau mungkin sering?

Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka saya akan menjawab “ya, saya sering minder.”

Entah, mengapa saya seringkali merasa minder. Bagi saya rasa minder adalah suatu penyakit, yang menggerogoti jiwa saya, sehingga jiwa saya akan melemah, tidak berkembang dan bahkan bisa saja mati. Sebagai suatu penyakit, sebelum kita berusaha mengobatinya, kita harus tahu seperti apa penyakit itu dan apa gejalanya.

Minder, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai ‘rendah diri’. Hampir semua orang pernah mengalaminya, tetapi tentu dengan kadar yang berbeda-beda. Nah, di bawah ini ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang yang minder, yang sumbernya berasal dari sini :

Continue reading