Feeds:
Posts
Comments

Award ‘sindiran’

Rasanya sudah lama sekali saya tidak membuka blog ini, hingga lumuten alias banyak lumutnya. Tapi ndak papa, sekalian mendukung program go green, hehe.

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat memberi saya award, lebih tepatnya Cube Award. Ia adalah Mas Rian (bukan nama samaran), rekan kerja di kantor dan seorang blogger sejati. Bagi dirinya, blog yang mendapat award tersebut adalah blog yang postingannya membuat dia terinspirasi, ikutan berfikir, tertawa, merenung dan banyak hal yang ia dapat. Terus masalahnya?

Sahabat, pernahkah kalian merasakan minder? atau mungkin sering?

Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka saya akan menjawab “ya, saya sering minder.”

Entah, mengapa saya seringkali merasa minder. Bagi saya rasa minder adalah suatu penyakit, yang menggerogoti jiwa saya, sehingga jiwa saya akan melemah, tidak berkembang dan bahkan bisa saja mati. Sebagai suatu penyakit, sebelum kita berusaha mengobatinya, kita harus tahu seperti apa penyakit itu dan apa gejalanya.

Minder, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai ‘rendah diri’. Hampir semua orang pernah mengalaminya, tetapi tentu dengan kadar yang berbeda-beda. Nah, di bawah ini ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang yang minder, yang sumbernya berasal dari sini :

Continue Reading »

Sayangi Ibumu!

Sahabat, postingan kali ini masih tentang ibu. Saat pulang kampung kemarin, ibu saya bercerita tentang seorang ibu yang mengalami sedikit gangguan mental. Ibu ini selalu mengeluh sakit di kepalanya dan bagian tubuh yang lain, dan keluhan itu disampaikannya kepada saudara dan orang-orang sekitarnya. Selain mengeluh sakit, ia juga sering mengeluh kesepian. Dua orang anaknya pergi ke luar kota untuk melanjutkan studi. Anak sulungnya sudah beberapa tahun tinggal di luar kota, dan jarang sekali pulang ke rumah. Sedangkan anak keduanya, baru beberapa bulan tinggal di luar kota. Keluhan ibu ini dirasa tidak wajar, karena dilakukan berulang-ulang, terkesan mengganggu dan sulit untuk dinasehati oleh orang lain. Continue Reading »

Sore itu, hujan deras mengguyur kawasan kampus UB. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, saat dimana aktivitas kantor dihentikan. Tetapi masih banyak pegawai yang belum meninggalkan ruangan karena menunggu hujan reda. Di salah satu ruangan, seorang gadis mondar-mandir dengan sesekali menatap keluar jendela, memastikan apakah hujan sudah reda. Wajahnya tampak agak bingung.

“Gimana saya pulang?” lirihnya. Biasanya ia pulang bersama temannya, tetapi sore itu ia harus naik angkot. Dan untuk menunggu angkot ia harus berjalan ke gerbang depan kampus yang jaraknya lumayan  jauh.

Pak, bisa tukar uang?” tanyanya pada seorang lelaki yang duduk tidak jauh darinya . Di ruangan itu tinggal mereka berdua, sedangkan pegawai-pegawai yang lain sudah pulang terlebih dahulu.

Buat apa?” tanya lelaki itu.

Continue Reading »

Siang itu, Sabtu (29/10) udara terasa panas, kira-kira masih satu jam lagi waktu dhuhur tiba. Ratusan orang berkumpul di sekitaran pendopo Kabupaten Madiun. Sedangkan di sisi luar pendopo, tepatnya di alun-alun Kota, jumlahnya lebih banyak lagi. Mereka sedang menunggu keberangkatan Jamaah Calon Haji, yang saat itu sudah bersiap di bus masing-masing.

Ada 9 bus yang mengangkut sekitar 360an jamaah haji dari Kabupaten Madiun yang berjajar rapi di pelataran pendopo. Jalan masuk pendopo disterilkan dari lalu lalang orang dan gerbang masih ditutup rapat dengan dijaga puluhan Satpol PP. Terlihat spanduk membentang di atas jalan masuk yang bertuliskan: Selamat Jalan Jema’ah Calon Haji Kabupaten Madiun Tahun 2011 Semoga Menjadi Haji Mabrur.

Sejenak kemudian, pintu gerbang dibuka. Iring-iringan bus yang dikawal mobil polisi mulai keluar dari gerbang pendopo Kabupaten Madiun. Orang-orang di pinggir jalan melambaikan tangan kepada penumpang bus yang tidak lain adalah jamaah calon haji.  Saat bus nomor 8 hendak keluar dari gerbang dan lewat di depan saya, saya pun melambaikan tangan kepada dua orang yang duduk di kursi sebelah kanan nomor 6 dari depan. Sahabat bisa menebak siapa mereka berdua?

Continue Reading »

“Saya ndak punya kepandaian, jadi hanya bisa bekerja seperti ini,” kata seorang tukang becak di hadapan saya, saat ia mampir di warung tempat saya makan. Baru saja ia mengantarkan lemari baru milik tetangga, dan mampir di warung. Emak, si empunya warung tak lain adalah saudara iparnya. Dari perkataannya, nampak ia berusaha membandingkan profesinya dengan profesi saya.

“Lha, kalau tidak ada tukang becak, lantas siapa yang akan mengantarkan orang?” jawab saya sederhana.

Sahabat, barangkali kita temasuk orang yang suka mengeluh dengan profesi kita. Tidak jarang kita membanding-bandingkan profesi kita dengan profesi orang lain. “Kok dia lebih beruntung ya..” gumam kita dalam hati. Sst, jangan-jangan orang lain tersebut juga membandingkan profesinya dengan profesi kita. Dia juga merasa kalah dengan kita. Ups, berarti saling membandingkan donk! trus bagaimana?

Ini Lho Favorit Saya..

Sahabat punya lagu favorit? saya juga punya. Ini dia salah satunya, lagu Asma Allah yang dilantunkan oleh Sami Yusuf. Saya tahu lagu ini kira-kira tahun lalu. Akhir-akhir ini saya jarang mendengarkannya, dan kemarin malam saat mampir ke salah satu blognya orang, terdengar suara dentingan piano yang mengawali lagu ini. Hmm.. damai rasanya. Saya pun ingin membaginya kepada sahabat-sahabat semua.  Continue Reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.