Menularkan Kebaikan

artikel-membantu-orang-lainHari Jum’at (31/01) minggu lalu, adalah hari menarik bagi saya. Ya, hari itu adalah hari libur perayaan Tahun Baru Imlek, di mana beberapa hari sebelumnya saya sudah merencanakan untuk bepergian ke Jakarta  mengunjungi istri tercinta. Awalnya saya sudah memesan tiket kereta ekonomi dengan harga lumayan murah. Maklum, sedang menjalani ‘ritual pengiritan’ alias menghemat. Tetapi, beberapa hari menjelang keberangkatan tersiar kabar bahwa jalur pantura yang dilewati kereta, sedang dilanda banjir. Sehingga kereta mengalami keterlambatan. Karena khawatir perjalanan saya mengalami hambatan, dan atas saran dari istri juga, akhirnya saya memesan tiket pesawat untuk penerbangan dari bandara Abdurrahman Saleh Malang;  dan tiket kereta saya ubah jadwalnya menjadi akhir Februari. Mahal memang, tetapi dinikmati saja.

Jadwal pesawat tertulis hari Jum’at pagi pukul 08.30 WIB, itu artinya, maksimal pukul 07.30 WIB saya sudah harus sampai bandara. Dan karena ‘pengiritan’ tadi, saya memutuskan berangkat lebih pagi dengan mengendarai sepeda motor menuju terminal Arjosari. Sepeda motor saya titipkan di terminal. Kenapa tidak dititipkan saja di bandara? Perlu diketahui, sementara ini belum ada penitipan kendaraan 24 jam di bandara Malang.

Dari terminal Arjosari, saya naik Angkot warna putih jurusan Tumpang, dan turun di pertigaan SPBU Pakis yang di tengah pertigaan tersebut berdiri monumen pesawat terbang. Sebenarnya ada alternatif lain yaitu taksi, tetapi tarifnya juga mahal seperti tarif taksi bandara yang tidak menggunakan argometer, kisaran 60 ribu rupiah. Tarif tersebut adalah tarif terendah apabila kita menggunakan taksi bandara menuju ke tempat tujuan di sekitar Malang.

Sesampainya di pertigaan, saya cari tukang ojek yang pangkalannya berada di pojok pertigaan. Dan, sepi. Tidak ada satu pun tukang ojek yang ‘dinas’. Maklum, masih pagi, pukul 06.30 WIB. Padahal target saya sampai di bandara pukul 07.30 WIB. Saya pun duduk di kursi dekat pangkalan ojek; bingung, cari cara, dan berdo’a. “Masak saya harus jalan kaki ke bandara?” gumam saya. Papan penunjuk arah menuju bandara tertulis jelas berapa jarak yang harus ditempuh, sejauh 2 Km. Apa nanti tidak terlambat check in?

Lima menit berfikir, saya putuskan untuk berolah raga pagi, berjalan kaki. Jauh ternyata, dan matahari pagi itu terlihat cerah, sehingga keringat pun bercucuran.

Kira-kira setengah jam perjalanan dengan jarak tertempuh satu setengah kilometer dan waktu mendekati pukul 07.30 WIB, tiba-tiba ada mobil APV berhenti, sang pengemudi membuka jendela, “mau ke bandara Mas? mari ikut sama saya, ndak papa kok,” tawarnya. Saya pun mengiyakan. Di dalam mobil, kami sempat mengobrol sebentar, ternyata beliau adalah tukang parkir bandara, sedangkan mobil yang dikemudikan adalah milik orang yang dititipkan. Beliau harus membawa pulang kendaraan tersebut karena di bandara tidak ada penitipan seperti saya ceritakan di atas. Sekitar 5 menit, kami pun sampai di bandara, dan tak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih kepada beliau seraya menjabat tangannya. Turun dari mobil, saya menuju tempat duduk, istirahat sejenak seraya mendoakan si tukang parkir atas kebaikannya.

****

Sahabat, pengalaman ini mungkin terkesan sederhana. Akan tetapi kebaikan si tukang parkir tadi adalah sesuatu yang langka di jaman sekarang ini. Menumbuhkan kepekaan hati dan meluangkan waktu sejenak membantu orang lain, mungkin terasa berat bagi kebanyakan orang, termasuk saya pribadi. Inilah yang harus kita latih.

Si tukang parkir telah memberi pelajaran sederhana nan berharga bagi kita, bahwa sekecil apapun bantuan kita kepada orang lain, akan sangat bermakna bagi orang tersebut. Sudah seharusnya pula kebaikan yang kita terima, mampu menginspirasi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan serupa kepada orang lain.

****

Pukul 07.30, saat hendak check in, pintu ruang bandara ternyata masih terkunci, dan beberapa petugas bandara baru berdatangan. Dan, saya pun bersyukur, sampai di bandara dengan selamat dan tidak terlambat.

Salam,

*ilustras gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s