Nuzulul Qur’an di Universitas Brawijaya

Kamis (25/7), Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an 1434 H di Gedung Widyaloka Convention Hall. Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini bertemakan “Dengan Nuzulul Qur’an Kita Wujudkan Masyarakat Kampus yang Beradab yang Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Al-Qur’an untuk Menuju Masyarakat Madani”.

IMG_1420

Sedangkan penceramah dalam kesempatan kali ini adalah Dr. H. Abdul Mukti, M.Ed, salah seorang pengajar di IAIN Walisongo Semarang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah. Continue reading

Advertisements

Marhaban ya Ramadan

Tak terasa kita telah memasuki hari ketiga berpuasa ramadan. Waktu serasa begitu cepat berlalu. Seolah ada anak kecil yang berteriak, “26 hari lagi lebaran..”

Tetapi ini masih permulaan; dengan fisik yang masih bugar. Sedangkan hari-hari kedepan (mungkin) akan terasa semakin berat; lelah dan membosankan. Kecuali bagi mereka yang bersungguh-sungguh menjalani bulan ini dengan penuh keimanan.

Dan sekali lagi ini masih permulaan. Bersemangatlah! πŸ™‚

ph1047 copy

Salam.

*perut sedang mules* πŸ˜€

Sedang Apa Pak?

Image

“Sedang apa Pak?” gumam saya dalam hati.

“Apa yang sedang bapak baca? kayaknya asyik?” tiba-tiba saya merasa iri.

***

Foto di atas saya peroleh saat mengunjungi Islamic Book Fair 2013 kemarin (30/6) di Aula Skodam, Malang. Saat memasuki salah satu stand buku, saya kaget, ada bapak-bapak yang jongkok sambil membaca buku. Usianya menurut perkiraan saya di atas 60 tahun, tampak dari postur tubuh dan rambutnya yang memutih.

Dengan mengenakan tas punggung warna biru muda, dan juga sepatu olah raga, nampaknya beliau suka jalan-jalan.

Nah yang membuat saya kaget–lebih tepatnya iri–adalah beliau tampak begitu asyik membuka lembaran-lembaran buku. Usia lanjut tidak menghalangi diri beliau untuk terus membaca; belajar.

Saya yang masih muda tentu iri, karena selama ini tidak banyak meluangkan waktu untuk membaca dan belajar. Dan saya merasa ‘ditegur’ oleh beliau.

Memang benar, belajar itu dimulai dari buaian hingga liang lahat.

Salam,

Sendiri

alone-86927658987Di suatu resepsi pernikahan, istri salah seorang teman bertanya kepada saya, “Setiap kali ketemu, kok selalu sendiri?” Saya pun tertawa kecil.

“Bolak-balik dapat undangan, kapan ngasih undangan?” imbuh teman saya.

“Ya gantian lah,” jawab saya singkat seraya tersenyum miris.

Di antara teman sebaya, bahkan lebih muda daripada saya, kebanyakan dari mereka sudah tidak sendiri lagi, alias ada yang menemani hidup. Teman yang saya sebut di atas pun, telah dikaruniai tiga orang anak.

Sedangkan saya, sampai tulisan ini dibuat, masih berstatus ‘sendiri’. Dan ini adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Hehe. Continue reading