Menularkan Kebaikan

artikel-membantu-orang-lainHari Jum’at (31/01) minggu lalu, adalah hari menarik bagi saya. Ya, hari itu adalah hari libur perayaan Tahun Baru Imlek, di mana beberapa hari sebelumnya saya sudah merencanakan untuk bepergian ke Jakarta  mengunjungi istri tercinta. Awalnya saya sudah memesan tiket kereta ekonomi dengan harga lumayan murah. Maklum, sedang menjalani ‘ritual pengiritan’ alias menghemat. Tetapi, beberapa hari menjelang keberangkatan tersiar kabar bahwa jalur pantura yang dilewati kereta, sedang dilanda banjir. Sehingga kereta mengalami keterlambatan. Karena khawatir perjalanan saya mengalami hambatan, dan atas saran dari istri juga, akhirnya saya memesan tiket pesawat untuk penerbangan dari bandara Abdurrahman Saleh Malang;  dan tiket kereta saya ubah jadwalnya menjadi akhir Februari. Mahal memang, tetapi dinikmati saja. Continue reading

Ramadhan dan Teror Mercon

Sebuah mercon meledak di depan salah satu masjid di Kota Malang. Jamaah masjid yang baru saja menyelesaikan sholat tarawih berhamburan keluar. Tampak seorang anak berusia belasan tahun mengerang kesakitan. Telapak tangannya berdarah, dan terkena luka bakar. Diduga anak tersebut adalah pelaku peledakan.

Beberapa menit kemudian, tim Densus 88 Antiteror datang ke lokasi kejadian. Dengan dibantu tim Gegana Polri, mereka mengamankan lokasi kejadian, memeriksa dan mencari sisa-sisa mercon yang belum sempat diledakkan. Continue reading

Jangan Takut !

ph1040

Saya hanya ingin menyampaikan; bahwa jalur kereta di depan yang tampak sempit nan mengecil, sejatinya tetaplah lebar seperti jalur kereta yang engkau pijak saat ini. Jangan takut melangkah, jangan takut menghadapi masa depan. Tetaplah berbaik sangka bahwa masa depanmu adalah masa depan yang cerah, indah. Jangan takut!

#sedang menyemangati diri

*foto diambil di Stasiun Gubeng Surabaya

Nyamuk

Jika masa depan bukan misteri, akan menjadi mudah. Jika hidupmu sangat mudah, kau tak akan bernilai tinggi. (Jamil Azzaini)

Hidup memang tidak mudah, ia membutuhkan perjuangan; begitu kata orang-orang.

Pernahkah kalian digigit nyamuk? Coba perhatikan bagaimana nyamuk hidup. Mereka mencari makan (minum juga boleh) dengan menghisap darah segar. Resikonya sangat besar, nyawa taruhannya. Kadang dipukul hingga remuk tubuhnya berceceran darahnya, kadang mabuk udara gara-gara menghirup asap beracun, kadang juga sampai kesetrum raket listrik hingga hangus. Tapi mereka tidak mau menyerah, terus saja berjuang, terus saja nguing-nguing di dekat telinga kita; tidak lantas ke kantor PMI mencari darah yang sudah dikantongi. Tidak.

Bagi nyamuk, darah adalah kehidupan. Tidak ada darah, tidak ada kehidupan. Darah harus didapat, meski butuh perjuangan yang berdarah-darah. Perjuangan hingga tetes darah terakhir. (eh, darah nyamuk kan cuma setetes, hehe) 😀

Semestinya kita juga demikian, berjuang dengan sungguh-sungguh untuk kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih hidup. Kehidupan yang bernilai tinggi kata Jamil Azzaini. Itulah mengapa hidup itu tidak mudah. Begitulah.

Oiya, terakhir, adakah kalian tahu mengapa nyamuk minum darah?

Iya, kalian benar, karena kalau minum susu bukan nyamuk namanya, tapi belalang kupu-kupu. 😀

Selamat malam, 😉

Sayangi Ibumu!

Sahabat, postingan kali ini masih tentang ibu. Saat pulang kampung kemarin, ibu saya bercerita tentang seorang ibu yang mengalami sedikit gangguan mental. Ibu ini selalu mengeluh sakit di kepalanya dan bagian tubuh yang lain, dan keluhan itu disampaikannya kepada saudara dan orang-orang sekitarnya. Selain mengeluh sakit, ia juga sering mengeluh kesepian. Dua orang anaknya pergi ke luar kota untuk melanjutkan studi. Anak sulungnya sudah beberapa tahun tinggal di luar kota, dan jarang sekali pulang ke rumah. Sedangkan anak keduanya, baru beberapa bulan tinggal di luar kota. Keluhan ibu ini dirasa tidak wajar, karena dilakukan berulang-ulang, terkesan mengganggu dan sulit untuk dinasehati oleh orang lain. Continue reading