Tetap Tenang dan Bersemangat

Pelan-pelan-Bung-KHA_6232Saat dalam perjalanan berangkat ataupun pulang kantor, seringkali saya menemukan kata-kata indah, lucu, dan semisalnya yang tertulis di bagian belakang kendaraan. Contohnya beberapa hari lalu, ada truk tangki yang di bagian belakangnya tertulis, “pulang malu, tak pulang rindu”, dan “tak pulang dicari, pulang diomeli”. Saya jadi mikir, apakah ini ungkapan hati yang sebenarnya dari sopir truk? jika benar adanya, mungkin dia termasuk kelompok ISTI, ikatan suami takut istri. Ah, entahlah, mungkin hanya sekedar tulisan penghibur bagi pengguna jalan yang lain.

Dan kemarin pagi, ada tulisan yang menurut saya bagus, yang  nempel di spakbor belakang sepeda motor; “Keep Calm and Hustle Everyday”. Mungkin sebagian dari kita sering membaca slogan serupa, “keep calm and bla..bla..bla..”. Jika boleh saya artikan bebas (maklum tidak pandai berbahasa Inggris), slogan tersebut mengandung pesan agar kita selalu tenang dalam bertindak, dan giat bersemangat melakukan segala hal. Continue reading

Advertisements

Sedang Apa Pak?

Image

“Sedang apa Pak?” gumam saya dalam hati.

“Apa yang sedang bapak baca? kayaknya asyik?” tiba-tiba saya merasa iri.

***

Foto di atas saya peroleh saat mengunjungi Islamic Book Fair 2013 kemarin (30/6) di Aula Skodam, Malang. Saat memasuki salah satu stand buku, saya kaget, ada bapak-bapak yang jongkok sambil membaca buku. Usianya menurut perkiraan saya di atas 60 tahun, tampak dari postur tubuh dan rambutnya yang memutih.

Dengan mengenakan tas punggung warna biru muda, dan juga sepatu olah raga, nampaknya beliau suka jalan-jalan.

Nah yang membuat saya kaget–lebih tepatnya iri–adalah beliau tampak begitu asyik membuka lembaran-lembaran buku. Usia lanjut tidak menghalangi diri beliau untuk terus membaca; belajar.

Saya yang masih muda tentu iri, karena selama ini tidak banyak meluangkan waktu untuk membaca dan belajar. Dan saya merasa ‘ditegur’ oleh beliau.

Memang benar, belajar itu dimulai dari buaian hingga liang lahat.

Salam,

Nyamuk

Jika masa depan bukan misteri, akan menjadi mudah. Jika hidupmu sangat mudah, kau tak akan bernilai tinggi. (Jamil Azzaini)

Hidup memang tidak mudah, ia membutuhkan perjuangan; begitu kata orang-orang.

Pernahkah kalian digigit nyamuk? Coba perhatikan bagaimana nyamuk hidup. Mereka mencari makan (minum juga boleh) dengan menghisap darah segar. Resikonya sangat besar, nyawa taruhannya. Kadang dipukul hingga remuk tubuhnya berceceran darahnya, kadang mabuk udara gara-gara menghirup asap beracun, kadang juga sampai kesetrum raket listrik hingga hangus. Tapi mereka tidak mau menyerah, terus saja berjuang, terus saja nguing-nguing di dekat telinga kita; tidak lantas ke kantor PMI mencari darah yang sudah dikantongi. Tidak.

Bagi nyamuk, darah adalah kehidupan. Tidak ada darah, tidak ada kehidupan. Darah harus didapat, meski butuh perjuangan yang berdarah-darah. Perjuangan hingga tetes darah terakhir. (eh, darah nyamuk kan cuma setetes, hehe) 😀

Semestinya kita juga demikian, berjuang dengan sungguh-sungguh untuk kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih hidup. Kehidupan yang bernilai tinggi kata Jamil Azzaini. Itulah mengapa hidup itu tidak mudah. Begitulah.

Oiya, terakhir, adakah kalian tahu mengapa nyamuk minum darah?

Iya, kalian benar, karena kalau minum susu bukan nyamuk namanya, tapi belalang kupu-kupu. 😀

Selamat malam, 😉

Tentang Aku dan Kita

Hidup bukan hanya tentang aku, hidup juga tentang orang-orang yang kita cintai. Hidup juga tentang agama yang kita anut. Hidup juga tentang orang-orang di sekitar kita. Hidup juga tentang bangsa dan negara tempat kita hidup. Hidup juga tentang bumi yang kita pijak. Hidup bukan hanya tentang “aku”, tetapi juga tentang “kita”

Demikian penggalan kalimat yang saya cuplik dari pengantar sebuah buku berjudul Makelar Rezeki karya Jamil Azzaini, yang baru saya beli kemarin malam. Buku ini mengajak kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan juga memikirkan kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Dalam bahasa sederhana Kakek Jamil (begitu sapaan akrab beliau) bahwa, “Kalau Anda ingin sukses, sukseskanlah orang lain. Kalau Anda ingin bahagia, bahagiakanlah orang lain.”

Nah, jika Sahabat-sahabat ingin tahu lebih dalam isi buku tersebut, silahkan beli dan baca sendiri ya.. Karena saya sendiri juga baru baca pengantarnya. 😀

Sekian laporan singkat (baca: pamer buku baru) dari saya, dan terima kasih. 😀

Salam Sukses Mulia *niru Kakek Jamil 😉

sumber gambar dari sini

Buku Sederhana nan Inspiratif

“Tak ada resep yang lebih baik untuk menjadi penulis kecuali dengan menulis sekarang juga.” Itulah kata inspirasi pertama dalam buku Inspiring Words for Writers, karya Mohammad Fauzil Adhim. Buku setebal 168 halaman namun sedikit tulisan dan dikemas dengan visualisasi menarik ini, membuat saya ‘terpesona’ saat mengunjungi salah satu stand pameran buku bertajuk PESTA SEJUTA BUKU di Malang beberapa bulan lalu. Buku yang berisi kata-kata inspirasi ini memang diperuntukkan bagi para penulis, calon penulis, dan para wanita yang ingin berkarir tanpa meninggalkan rumah. Continue reading