Ternyata Bukan Kepik

Saat liburan beberapa waktu lalu di kampung halaman, saya menyempatkan diri mengunjungi sawah milik orang tua yang letaknya beberapa meter dari rumah. Kebetulan, Ayah sedang membantu seorang pekerja membuat pinihan (tempat menabur benih dalam bahasa Jawa). Tak lupa, saya mengajak asisten pribadi, Canon Powershot A480 yang lensa matanya agak sakit; barangkali ada sesuatu yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah jepretan.

Sesampainya di sawah, saya ikut membantu ayah meratakan tanah, setelah sebelumnya dicangkul. Sebenarnya capek juga, karena tidak terbiasa di sawah, apalagi panas menyengat. Jelang waktu dhuhur, kira-kira pukul 11, hampir sepertiga lahan yang rencana dijadikan pinihan telah selesai dicangkul dan diratakan tanahnya. Seorang pekerja yang membantu kami pun pulang, dan saya mulai beraksi bersama asisten pribadi, mencari obyek yang menarik. jepret..jepret..

Eh, ada si kepik yang hinggap di batang rumput, yang tingginya melebihi batang padi. Langsung saja asisten pribadi beraksi, mengabadikan wujud si kepik kecil nan indah. Ini dia si kepik itu:

 

Continue reading