Cerita dari Peringatan Nuzulul Qur’an

Ini bukan sebuah berita, tapi sedikit cerita tentang kegiatan semalam (6/8); Peringatan Nuzulul Qur’an 1433 H di Universitas Brawijaya tempat saya bekerja. Kegiatan yang bertempat di Masjid Fatahillah Gedung Rektorat Lt. 6  UB ini mengangkat tema: “Optimalisasi Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah/Month of Education (Bulan Pendidikan) Untuk Menyongsong Masa Depan Yang Lebih Baik”. Diawali dengan sholat tarawih dan witir berjamaah, kegiatan ini diikuti oleh segenap civitas akademika UB, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa.

Rektor UB, Prof.Ir. Yogi Sugito, yang hadir pada kegiatan tersebut, berkesempatan memberikan sambutan di hadapan para jamaah. Dalam sambutannya, Rektor menyatakan terkait bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan, bahwa saat ini UB berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada masyarakat, salah satunya dengan adanya SPP proporsional dan penerimaan mahasiswa jalur Bidik Misi dalam jumlah besar.

Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini juga menghadirkan pembicara, Prof.Dr. KH. Ahmad Zahro, MA, Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang juga Rektor Unipdu Jombang. Dalam ceramahnya, beliau menyebutkan bahwa Alqur’an adalah kitab suci yang terjaga keasliannya hingga sekarang, Allah sendiri yang menjaganya. Beliau juga menceritakan banyak hal tentang nilai/daya tarik Alqur’an, cerita yang terjadi di sekitar kehidupan beliau.

Seorang reporter TVRI, pernah mengalaminya. Sebut saja BS, yang dulunya Nasrani mendapat hidayah melalui salah satu surat Alqur’an. Pengalaman itu ia alami saat masih sekolah di Seminari, saat kegiatan Studi Lintas Agama. Untuk mempelajari agama Islam, ia harus membuka dan mempelajari Alqur’an yang merupakan kitab suci umat Islam; membukanya bukan dari kanan melainkan dari  kiri. Dan ia pun mendapati QS Al-Ikhlas yang isinya tentang ke-Esaan Allah. Seketika ia takjub, dan berusaha untuk membacanya berulang-ulang. Tentu dengan sembunyi-sembunyi, karena khawatir diketahui pembimbingnya. Sampai-sampai ia mencuri waktu malam hari dengan sembunyi di kamar mandi dan dengan lampu senter hanya untuk membaca QS Al-ikhlas tersebut. Akhirnya hidayah menghampiri dirinya.

Pengalaman lain diceritakan Prof.Dr. KH. Ahmad Zahro, MA, saat beliau mengikuti konferensi cendekiawan muslim di Universitas Al-Azhar, Mesir. Waktu itu, terbit sebuah buletin yang mana dalam buletin tersebut muncul sebuah pengakuan dari seorang bernama Anton Elisen, ahli nuklir dari Oxford University. Ia mengaku bahwa ia tidak pernah memperoleh ketenangan dalam hidupnya. Hingga suatu ketika, Asistennya yang bernama Muhammad Yahya Syarfi melakukan sebuah penelitian. Penelitian tersebut berupaya memperoleh jawaban dari sebuah pertanyaan, “apa perbedaan antara orang tidur dengan orang mati?”. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan psychoanalysis; dan hasilnya bahwa orang mati ruhnya diambil/keluar tetapi tidak kembali, sedangkan orang tidur ruhnya diambil/keluar tetapi masih kembali. Hasil penelitian tersebut lantas diseminarkan di hadapan para pakar ilmu jiwa, dan mereka setuju dengan hasil penelitian tersebut.

Muhammad Yahya Syarfi lantas meminta kepada mereka untuk membaca kitab suci umat Islam, yaitu Alqur’an, pada QS. Az-zumar: 42. Inilah yang membuat terkejut Anton Elisen, yang mana ayat tersebut menyebutkan bahwa: “Allah memegang jiwa  ketika matinya dan  jiwa  yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa  yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.  Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” Akhirnya ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Itulah sedikit cerita yang saya peroleh dari peringatan Nuzulul Qur’an semalam. Yah, semoga bisa memberi manfaat.

Mau menambahkan tulisan ini, tapi lagi banyak kerjaan, jadi ya disudahi sampe di sini dulu ya.. 😀

See you Sahabat.. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Cerita dari Peringatan Nuzulul Qur’an

  1. Tetik Firawati August 7, 2012 / 2:43 pm

    Kemarin hampir saja saya juga ikut agenda ini tapi tidak jadi karena diajak teman teraweh di al ghifari…

    Ternyata seru ya tausiyah nya…

    • Irfan Andi August 7, 2012 / 2:47 pm

      iya,,bagus kok..:D
      lucu jg orangnya,,

  2. Idah Ceris August 7, 2012 / 4:26 pm

    Malam tujuh belas kemarin juga tempatku ada pengajian nuzulul qur’an, Mas.
    Materi yang disampaikan beda, Mas.
    jadi tambah pengetahuan nih, Idah. 🙂

    • Irfan Andi August 8, 2012 / 9:38 am

      wah, pasti seru jg ya Mbak..:D
      Semoga kita beroleh keberkahan Alqur’an, 😉

  3. kakaakin August 27, 2012 / 6:25 pm

    Subhanallah…
    Sungguh hidayah Allah-lah yang membuat seseorang beriman ya. Ada pula yang bolak balik membuka Al-Qur’an, namun masih juga tidak beriman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s