Ternyata Bukan Kepik

Saat liburan beberapa waktu lalu di kampung halaman, saya menyempatkan diri mengunjungi sawah milik orang tua yang letaknya beberapa meter dari rumah. Kebetulan, Ayah sedang membantu seorang pekerja membuat pinihan (tempat menabur benih dalam bahasa Jawa). Tak lupa, saya mengajak asisten pribadi, Canon Powershot A480 yang lensa matanya agak sakit; barangkali ada sesuatu yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah jepretan.

Sesampainya di sawah, saya ikut membantu ayah meratakan tanah, setelah sebelumnya dicangkul. Sebenarnya capek juga, karena tidak terbiasa di sawah, apalagi panas menyengat. Jelang waktu dhuhur, kira-kira pukul 11, hampir sepertiga lahan yang rencana dijadikan pinihan telah selesai dicangkul dan diratakan tanahnya. Seorang pekerja yang membantu kami pun pulang, dan saya mulai beraksi bersama asisten pribadi, mencari obyek yang menarik. jepret..jepret..

Eh, ada si kepik yang hinggap di batang rumput, yang tingginya melebihi batang padi. Langsung saja asisten pribadi beraksi, mengabadikan wujud si kepik kecil nan indah. Ini dia si kepik itu:

 

Saat menulis postingan ini, saya mencoba mencari tahu tentang serangga yang bernama kepik di internet. Dan saya menemukan sebuah penjelasan di Wikipedia. Ternyata eh ternyata, serangga kecil dengan warna yang indah ini bukanlah kepik melainkan Kumbang Koksi, salah satu anggota ordo Coleoptera. Di negara-negara Barat, hewan ini dikenal dengan nama ladybird atau ladybug. Sedangkan kepik sebenarnya adalah nama lain hemiptera, salah satu ordo dari serangga. Selama ini, kebanyakan orang menyebut serangga yang berbentuk bundar kecil dengan punggung berwarna-warni ini sebagai kepik.

Awalnya pun, saya mengira bahwa serangga ini termasuk hama tanaman. Pasalnya, saat itu, sebagian besar tanaman padi, termasuk milik ayah diserang hama wereng. Ternyata, serangga ini adalah sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman. Demikian situs Wikipedia menjelaskan.

Ah, akhirnya dapat tambahan pengetahuan tentang serangga ini. Bagaimana dengan kalian sahabat?

Semoga bermanfaat.

Salam,

Advertisements

18 thoughts on “Ternyata Bukan Kepik

  1. Mabruri Sirampog July 6, 2011 / 8:09 am

    aduuh, saya juga lupa itu apa ya namanya kalau di tempat saya mas… ๐Ÿ˜€

  2. Asop July 6, 2011 / 8:16 am

    Nice! ๐Ÿ˜€ Saya terpesona dengan fotonya…. ๐Ÿ˜ณ

    Wah, selama ini saya pikir ladybug itu kepik!! ๐Ÿ˜ฎ
    Jadi, ladybug itu bahasa indonesianya apa ya?

    • Asop July 6, 2011 / 8:16 am

      Oh, kumbang koksi. ๐Ÿ˜†

  3. Mbah Jiwo July 6, 2011 / 12:33 pm

    Yang pasti indah banget, apakagi kalau di microscop katanya bs lebih indah begitu…

  4. fanz July 7, 2011 / 2:20 pm

    Kalo di tempat saya namanya bemo tuh mas ๐Ÿ™‚

  5. Cak Bas July 7, 2011 / 2:33 pm

    kumbang…(tapi gak di taman ya?) hehehe…

  6. dede6699 July 7, 2011 / 5:53 pm

    jepretan indah mas…lanjuttt..hehee

  7. kang nur July 12, 2011 / 12:24 pm

    Makasih inponya, jadi tahu nama hewan kecil ini.

  8. Script July 25, 2011 / 8:05 am

    iya itu bukan kepik.

  9. bundamahes September 16, 2011 / 2:44 pm

    ini mah kumbang…
    kalow kepik itu totol2 bukannya?!

  10. nandobase October 5, 2011 / 11:17 am

    Oooo, bukan kepik tho.. Baru tau saya. Hehehe… Salam kenal. ๐Ÿ™‚

    • irfanandi October 6, 2011 / 8:26 pm

      salam kenal jg.. ๐Ÿ™‚

  11. faimofiqo November 2, 2011 / 1:11 pm

    nice. ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s