Menulis itu Sederhana

Sahabat, saya menulis judul di atas tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kegiatan menulis adalah kegiatan remeh-temeh, asal-asalan. Karena bagi saya kegiatan menulis dalam arti menghasilkan tulisan yang baik tidaklah mudah, membutuhkan proses panjang dengan terus belajar menulis dan juga membaca.

“Menulis itu sederhana” hanyalah istilah yang saya jadikan anggapan awal tentang kegiatan menulis, yang bertujuan untuk memotivasi diri agar tidak malas untuk terus menulis. Jika sebelum menulis saya sudah beranggapan bahwa menulis itu susah, maka selamanya saya tidak akan pernah menulis. Jadi, bagi saya menulis itu sederhana; sederhana dalam proses dan sederhana dalam isi.

Saya berupaya menuangkan apa saja yang ada dalam pikiran ke dalam sebuah tulisan. Tidak perlu bertele-tele, menunggu mood tiba dengan berbagai alasan, yang penting “tuangkan saja!”, itulah yang saya usahakan akhir-akhir ini.

Sementara dalam hal isi, saya bukanlah orang yang memiliki perbendaharaan kata yang banyak. Sehingga saya berusaha menulis dengan bahasa sesederhana mungkin, namun dapat dipahami dan penuh dengan makna. Itu pun ternyata tidaklah mudah. Berkaitan dengan isi tulisan sederhana, saya sangat terinspirasi dari beberapa kutipan menarik yang dibawakan oleh Mohammad Fauzil Adhim berikut ini:

Orang hebat menulis masalah berat dengan bahasa sederhana. Orang yang ingin disebut hebat menulis masalah sederhana dengan bahasa yang berat.

Penulis cerdas terampil membuat istilah untuk memudahkan penjelasan. Sementara yang lain suka menggunakan istilah rumit untuk memperpanjang penjelasan.

Tulisan yang baik menyederhanakan persoalan rumit, bukan memperumit apa yang sebenarnya sangat sederhana dan remeh.

Karya-karya legendaris menyimpan makna dalam untaian kalimat sederhana. Karya-karya sederhana menyembunyikan makna dalam kata-kata yang susah dikunyah.

Menulis itu sederhana; saya ingin selalu mendengungkan istilah ini dalam pikiran saya, agar saya termotivasi untuk terus menulis meskipun dalam bentuk rangkaian kata yang sederhana. Dan dalam rangkaian kata sederhana itu, saya ingin menyiratkan makna-makna, sehingga rangkaian kata itu bermanfaat bagi yang membacanya. Tentu, saya akan terus belajar dari kalian semua, para pembaca, pemberi komentar, khususnya narablog di mana pun kalian berada. Terimakasih atas ilmunya.

Salam, 🙂

Sumber gambar: diambil dari koleksi pribadi disini

 

Advertisements

31 thoughts on “Menulis itu Sederhana

  1. bundadontworry April 6, 2011 / 4:20 pm

    menulis secara sederhana sesuai dgn gaya masing2 ya Irfan,
    dan itulah yang membedakan antara penulis satu dgn lainnya 🙂
    masing2 punya gaya dan keunikan sendiri
    salam

  2. dhila13 April 6, 2011 / 5:48 pm

    ya menulis itu sangat sederhana… sesederhana cinta saya *halah #komengapenting hehhehe

    • irfanandi April 7, 2011 / 2:19 pm

      oo..lagi jatuh cinta ya.. 😀

  3. Mabruri Sirampog April 7, 2011 / 8:15 am

    tetep menjadi diri sendiri,,,,
    apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, tuangkanlah sesuai dengan yang kita rasakan & pikirkan

    • irfanandi April 7, 2011 / 2:21 pm

      jgn sampai mnjd orang lain,, 😀

  4. Sri Kustiani Mariyati April 7, 2011 / 8:45 am

    yups…tulisan ekspresi..diri, jangan dipendam..berani mengungkapkan pendapat, point penting budaya demokrasi..katanya.

  5. Prima April 7, 2011 / 10:45 am

    aku salah satu yang kalo nulis gak suka pake isitilah2 berat, bukan karena hebat, tapi emang kosakatanya gak banyak, wkakkakak… (- -‘)

    • irfanandi April 7, 2011 / 2:23 pm

      istilah berat itu kayak apa ya? timbangan, kilogram, ton, dsb.. hehe

  6. Ade Truna April 7, 2011 / 11:56 am

    saya selalu mengungkapkan sesuatu bertele² maafin ya? 😛

    seperti menulis komentar di sini, untuk mengungkapkan tulisan ini bagus saja harus menulis memenuhi kuota 140 karakter deh kayaknya 😀

    =salam kenal kembali=

    • irfanandi April 7, 2011 / 2:26 pm

      hihi,, ada2 saja Kang Ade nih..
      terimakasih sdh mampir 🙂

  7. masyhury April 7, 2011 / 12:45 pm

    Seujurnya aku gak pandai menulis, tapi gak ada pilihan lain selain berani mencoba dan PeDe! itu saja modal awalnya.. 😀

    menulis dan terus menulis….

    • irfanandi April 7, 2011 / 2:28 pm

      wah kayaknya gak jujur nih, klo gak pandai menulis.. 😀

  8. misbcl April 7, 2011 / 4:10 pm

    Kutipan dari M. Fauzil A. sangat inspiratif.
    Aku teringat ketika dosen pembimbing skripsiku mengharuskan menulis dengan kalimat sederhana, singkat, padat, jelas, sambil disuruh membayangkan seperti menjelaskan isi skripsi itu ke nenekku. Waduh, berat ^_^

    • irfanandi April 8, 2011 / 3:47 pm

      berarti pake bahasa Jawa,, 😀

  9. bundamahes April 8, 2011 / 2:55 pm

    seandainya sesederhana itu dalam mengatasi mood yang naik turun 😕

    • irfanandi April 8, 2011 / 3:48 pm

      iya ya bunda,,seandainya.. 😦

  10. Iksa April 8, 2011 / 6:32 pm

    menulis yang tak diketahui pasti jadi tidak sederhana .. kalau tahu ya simple …

  11. fajarembun April 9, 2011 / 12:38 am

    menulis sederhana…140 karakter..*eh
    heheee

  12. Ida April 11, 2011 / 8:49 pm

    Tetep aj, menurutku menulis itu tidak sederhana sama sekali, susaaah banget. Ini emang akunya yang ga bisa..he he..

  13. yanrmhd April 11, 2011 / 9:19 pm

    siplah…”mudahkan jangan dibuat sulit, gembirakan jangan dibuat susah”

    oke, semangat! do the best.. 😉

    • irfanandi April 21, 2011 / 2:35 pm

      sip jg kalimatnya..
      semangat jg ya Mas, salam kenal.. 🙂

  14. dhila13 April 12, 2011 / 11:03 am

    hmm… setuju dgn pemikiran posting ini. :mrgreen:

    • irfanandi April 21, 2011 / 2:36 pm

      hmm…setuju dgn komentar ini. 😀

  15. nufri l April 12, 2011 / 9:57 pm

    menurut saya menulis sama dengan melukis….kadang banyak yang tidak suka…dilain pihak banyak yang mengapresiasi dengan baik….walau pun semua nya mempunyai pakem2 tertentu..tapi balik lagi itu masalah selera dan kesenangan kita dalam menulis itu sendiri…maaf kalau salah…

    salam 🙂

    • irfanandi April 21, 2011 / 2:37 pm

      siipp.. saya sepakat.. 😀

  16. bloggerhape April 21, 2011 / 10:39 pm

    Saya punya keinginan kuat untuk menulis dan mengisi posting2 blog tapi kendalanya begitu jari nyentuh keypad hape ilang semua apa ya udah dipikirkan haduh

    Last blog: awal aku ngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s