Mengelola Keuangan yang Menentramkan

Hari ini saya mendapat kiriman tulisan melalui pesan facebook dari seorang teman yang juga rekan kerja di kantor. Tulisan berjudul “Tips Mengelola Keuangan yang Menentramkan” tersebut ia kirimkan setelah kemarin saya sempat bertanya tentang bagaimana mengelola keuangan yang baik. Pasalnya, selama ini saya tidak terlalu peduli dengan kondisi keuangan yang saya miliki. Akhir bulan terima gaji lalu saya masukkan almari; jika ingin menggunakannya, tinggal ambil.

Pernah saat awal-awal masuk kerja, saya mencatat pemasukan dan pengeluaran di buku khusus. Tapi itupun tidak belangsung lama, bosan. Ketika usia kerja saya mendekati satu tahun, saya pun tersadar, “uang yang saya kumpulkan selama ini kemana ya..?” gumam saya dalam hati. Tabungan saya pun tidak banyak, hal ini yang kemudian menyadarkan saya untuk berupaya lebih baik dalam mengelola keuangan pribadi; maklum, belum ada yang membantu mengelolanya.

Teman saya yang kebetulan berada di unit kerja bidang keuangan dan juga lulusan akuntansi memberikan saya beberapa tips mengelola keuangan yang terangkum dalam tulisan berikut:

1. Pastikan pendapatan anda berasal dari sumber yang halal dan baik, minimalkan produk riba/ bunga bank dan sejenisnya, akan lebih baik jika benar-benar bersih.

2. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

3. Buatlah alokasi budget/anggaran setiap bulan untuk kebutuhan anda:

– Penting dan mendesak

– Penting tetapi tidak mendesak

– Tidak penting tetapi mendesak

4. Tunda Kenikmatan

Mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima, sisanya investasikan sampai berlipat-lipat, sampai kita mempunyai passive income yang cukup untuk membayar gaya hidup kita.

5. Aset Alokasi

– Minimal 10% penghasilan untuk investasi

– 20% untuk cadangan hidup 6 bulan

– 20% lunasi hutang lunak jika ada (**tergantung besaran hutang)

– 2,5% zakat

– 47,5% sisanya digunakan untuk kebutuhan anda

Jika perlu buka rekening untuk masing-masing alokasi, jika anda ingin nyaman dan tentram sebagai seorang muslim menabunglah pada bank syariah.

6. Usahakan untuk tidak berhutang, jika terpaksa berhutang carilah pinjaman dengan pelunasan yang lunak atau dicicil secara berkala bukan berarti harus kredit.

7. Jangan pernah bermimpi dan memiliki kartu kredit, sangat tidak mendidik untuk keuangan anda.

8. Evaluasi berkala keuangan anda, jangan terlalu sering melihat rumput tetangga yang kelihatannya lebih hijau.

9. Jika keuangan anda sudah berlebih, menjadi dermawan dengan menyantuni fakir miskin serta anak yatim piatu sungguh perbuatan yang terpuji. Dan harta yang anda keluarkan tidak akan hilang, malah akan bertambah dan hati anda akan semakin tenang. Semoga kebahagiaan sejati bisa anda dapatkan.

Y = C + S + I

Dimana : Y = pendapatan, C = konsumsi, S = tabungan, I = Infaq

 

Diolah dari berbagai sumber, semoga bermanfaat…

Ngalam, Selasa, 4 Mei 2010, pk.13.32 WIB

Bersama senandung Yuki Kajiura “Fake Wings”

Jujur, saya masih berusaha memahami tips-tips di atas. Mengelola keuangan memang tidak mudah, saat dibenturkan dengan berbagai macam keinginan pribadi, apalagi jika masih sendiri. Menurut saya kuncinya adalah pengendalian diri. Bagaimana menurut kalian?

Salam,

 

Advertisements

17 thoughts on “Mengelola Keuangan yang Menentramkan

  1. Mas-e April 3, 2011 / 7:05 am

    kalo mnrut Mas-e…………Pengendalian diri memang penting,,,,tapi selama Qta hidup sendirian apakah mampu???karna setahu Mas-e hidup sendirian i2 berat mnahan godaan,,,pa lgi ngurusi sgala macam dgan sendirian…….mas-e berpesan nang Adik-e, klo mmg smuanya sdh mgkin tentu lebih baik bersegera untuk mengikuti jejaknya Mas A’an….kalo bs ma yg ngsih kriman tips di atas……..he he he,,,,

    • irfanandi April 3, 2011 / 6:28 pm

      Mas tahu siapa yg ngirim tulisan tersebut? jangan asal tebak lho ya.. tapi sarannya boleh juga tuh, kasih contoh donk.. 😀

  2. jasmineamira April 3, 2011 / 8:30 am

    yup bener banget, mas. intinya adalah pengendalian diri.
    mengendalikan diri untuk ga ngutang, mengendalikan diri untuk ga beli barang2 yg ga perlu, dan masih banyak lagi.
    yg paling harus dilakukan adalah zakat dan infaq 😀

  3. Asop April 3, 2011 / 9:40 am

    Makanya, setiap kali belanja (apapun dan berapapun), pasti saya minta struknya. Saya pengen nanti di rumah mencatatnya di buku khusus. 😀

    • irfanandi April 3, 2011 / 6:42 pm

      tips baru dari Mas Asop nih.. 😀

  4. achoey el haris April 3, 2011 / 2:20 pm

    Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu, sobat 🙂

    Saya belum bisa mengalokaikan pendapatan saya dengan baik nih 🙂

    • irfanandi April 3, 2011 / 6:44 pm

      Salam persohiblogan kawan,
      kita sama-sama belajar 😀

  5. dheeasy April 3, 2011 / 6:59 pm

    Saya lulusan akuntansi, tapiiiii…. 🙂 *Wah harus segera dipelajari nih langkah-langkah yang ada dipostingan inih…

    • irfanandi April 3, 2011 / 7:36 pm

      tapi apa mbak,,? 😀
      kira-kira ada tips lain nggak mbak? he..

      • dheeasy April 3, 2011 / 7:55 pm

        Tapi saya borosss… hehehehehe

        *Maafkan saya ayah dan bunda, belajar akuntansi dari SMP sampai kuliah tapi…

  6. Mabruri Sirampog April 4, 2011 / 3:09 pm

    mulai sekarang, berusaha tuk mengurangi budaya konsumtif,,
    tipsnya bermanfaat,,, bisa untuk dicoba

    • irfanandi April 6, 2011 / 3:31 pm

      budaya yg tdk perlu dilestarikan..hehe
      terima kasih,

  7. bundadontworry April 4, 2011 / 9:41 pm

    tips2nya perlu dipelajari dgn seksama dulu nih ,Irfan
    kelihatannya menarik sekali , agar kita pandai mengelola keuangan kita sendiri
    terimakasih krn telah berbagi, Irfan 🙂
    salam

    • irfanandi April 6, 2011 / 3:32 pm

      terima kasih juga bunda,, boleh ditambahi kok, bunda pasti lebih berpengalaman.. 😀

  8. Iksa April 9, 2011 / 7:31 pm

    Nomor 4 sebaiknya direvisi sedikit … yang dijadikan tabungan dan investasi sebaiknya bukan sisa … melainkan sisihkan untuk tabungan/investasi .. lebihnya untuk di alokasikan kebutuhan macam-macam … kalau ada kelebihan lagi sisanya ditabung lagi .. Jadi bisa sesuai dengan nomor 5 … juga apa yakin cukup itu angka 10 persen? di negara singapura saja tabungan wajib karyawan nilainya sudah lebih dari 20pct gaji ….

    Salam

    • irfanandi April 9, 2011 / 8:12 pm

      Hehe,,ada betulnya jg. Sebaiknya bukan sisa yg disisihkan utk tabungan dan investasi. Sip..sip..
      Utk angka minimal 10%, bisa jadi disesuaikan dengan kondisi umum masyarakat kita saat ini. Tapi jika lebih banyak tentu akan lebih baik. Maklum, saya mah tidak paham keuangan. hehe. Trims masukannya Om Iksa..

      Salam, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s