Belajar dari Burung Elang

Beberapa di antara kita tentu pernah merasakan masa-masa krisis, masa keserbakekurangan, masa tenggang tanpa aktivitas, ‘post power syndrome’, atau istilah lain yang serupa dengannya. Masa yang dirasakan oleh mereka yang baru saja lulus studi dan belum mendapat pekerjaan seperti saya; oleh mereka yang belum bekerja dalam waktu yang lama; oleh mereka yang pernah di-PHK lantas belum mendapat gantinya; atau mereka yang telah memasuki masa purna (tugas); kosong tanpa aktivitas.

Baik kiranya jika kita belajar dari kehidupan burung elang. Ya, burung elang, burung pemangsa yang memiliki paruh dan kuku tajam serta sayap yang lebar dengan tubuh lumayan besar dibandingkan unggas lain. Burung ini rata-rata bisa hidup mencapai usia 70 tahun, usia yang sangat tua untuk ukuran manusia. Namun, siapa mengira bahwa untuk mampu bertahan hidup sedemikian lama, burung ini melakukan perjuangan berdarah-darah. Kira-kira di usianya yang ke-40 tahun, burung elang pernah menghadapi masa krisis, dengan paruh dan kuku yang mulai tumpul sehingga sulit untuk menangkap mangsa; dan bulu sayap yang mulai rontok sehingga sulit membantunya terbang. Lantas apa yang dilakukan oleh burung elang dalam kondisi demikian? Apakah ia memilih berdiam diri, pasrah tanpa mangsa kemudian membangkai, atau berusaha untuk tetap survive?

Ternyata ia memilih untuk tetap survive, terbang menuju tebing batu, kemudian mencabut bulu-bulu sayapnya yang sudah rusak, mencabut kuku-kukunya yang sudah tumpul, dan mematuk-matuk batu dengan paruhnya hingga paruh itu hancur. Tentu perjuangan yang berdarah-darah, darah sungguhan bukan kiasan. Ini dilakukannya agar kelak paruh, kuku dan bulu-bulunya dapat kembali tumbuh secara normal seperti sedia kala; dan ini membutuhkan waktu kira-kira 150 hari. Waktu yang terasa lama tanpa sebuah mangsa yang dimakan.

Namun, inilah perjuangan burung elang menghadapi masa krisis untuk tetap hidup dan mendapatkan mangsa. Lantas, perjuangan apa yang sudah kita lakukan untuk menghadapi masa krisis? Mari kita renungkan..

>> oleh2 materi dari Pembekalan Dunia Kerja di FIA-UB, 14 April 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s