Alhamdulillah, Ayah Ibu Naik Haji

Siang itu, Sabtu (29/10) udara terasa panas, kira-kira masih satu jam lagi waktu dhuhur tiba. Ratusan orang berkumpul di sekitaran pendopo Kabupaten Madiun. Sedangkan di sisi luar pendopo, tepatnya di alun-alun Kota, jumlahnya lebih banyak lagi. Mereka sedang menunggu keberangkatan Jamaah Calon Haji, yang saat itu sudah bersiap di bus masing-masing.

Ada 9 bus yang mengangkut sekitar 360an jamaah haji dari Kabupaten Madiun yang berjajar rapi di pelataran pendopo. Jalan masuk pendopo disterilkan dari lalu lalang orang dan gerbang masih ditutup rapat dengan dijaga puluhan Satpol PP. Terlihat spanduk membentang di atas jalan masuk yang bertuliskan: Selamat Jalan Jema’ah Calon Haji Kabupaten Madiun Tahun 2011 Semoga Menjadi Haji Mabrur.

Sejenak kemudian, pintu gerbang dibuka. Iring-iringan bus yang dikawal mobil polisi mulai keluar dari gerbang pendopo Kabupaten Madiun. Orang-orang di pinggir jalan melambaikan tangan kepada penumpang bus yang tidak lain adalah jamaah calon haji.  Saat bus nomor 8 hendak keluar dari gerbang dan lewat di depan saya, saya pun melambaikan tangan kepada dua orang yang duduk di kursi sebelah kanan nomor 6 dari depan. Sahabat bisa menebak siapa mereka berdua?

Yap, mereka adalah ayah dan ibu saya.

Kira-kira satu jam sebelumnya, saya mendapat kesempatan mengecup tangan dan juga pipi kanan kiri mereka. Ada rasa bahagia dan haru. Apakah saya menangis? tentu bagi sebagian kita, orang tua adalah salah satu sebab kita pernah menangis. Menangis karena apa? ya karena mereka telah banyak berjasa buat kita. Adakah yang tidak sependapat? hmm.. ndak usah ngaku.. :D

Kembali ke pertanyaan, apakah saya menangis? hampir. Hampir saja saya menangis, tapi saya berusaha menahannya. Mata saya hanya sedikit berair, lantas saya usap. Rasanya tidak nyaman jika harus menangis di tempat umum.

Saya terharu dengan cerita kakak, karena dulu saat ayah mendaftar haji, si ibu sangat tidak berkenan. Ibu merasa tidak ada biaya untuk menunaikannya, juga kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan membuatnya ragu untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut. Tetapi, ternyata Allah berkehendak lain. Mereka berdua bisa melaksanakannya.

Saya juga sedih saat terakhir melihat keduanya di dalam bus. Entah, apakah kelak saya bisa melihat keduanya lagi, hanya Allah yang tahu. Dan saya hanya bisa berdo’a agar kelak dipertemukan kembali.

Kemarin, saya beroleh kabar dari kakak, bahwa keduanya telah berada di Mekah. Tempat penginapan berada tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, kira-kira 1 km dengan perjalanan kaki sekitar 20 menit. Lebih dekat dari perkiraan sebelumnya, meskipun jalan menuju Masjidil Haram agak menanjak.

Kakak juga bercerita, kalau penginapan ayah dan ibu berada di lantai 9. Awalnya mereka tidak bisa mengoperasikan lift, naik turun menggunakan tangga, maklum orang kampung. :D Tetapi akhirnya mereka bisa mengoperasikannya, karena kalau lewat tangga tentu capek.

Di pesawat pun demikian, si ibu juga belum bisa menggunakan toilet pesawat, maklum baru pertama kali naik pesawat. Itu pun lebih bagus dari pada anaknya ini, yang belum sekali pun naik pesawat. Hehe. (Eh, bicara masalah toilet pesawat, kemarin saya baca artikel lucu di sini.)

Saat saya asyik menulis postingan ini, si ayah menelpon, sedang bersiap-siap menuju masjid. Alhamdulillah, ayah dan ibu sehat walafiat.

Maaf ya Sahabat, kalau saya curhat melalui tulisan ini. Saya hanya berharap do’a dari kalian semua, agar ibadah haji mereka berdua dan seluruh jamaah haji di dunia dimudahkan oleh Allah, kembali ke tanah air dengan beroleh predikat haji mabrur. Aamiin. :)

Salam,

About these ads

56 thoughts on “Alhamdulillah, Ayah Ibu Naik Haji

  1. subhanallah,,
    saya ikut berdesir hatinya saat membaca tulisan ini mas,,,
    semoga nanti kita bisa juga menyusul mereka2 yg telah ziarah Makkah Madinah ya mas, aamiin..

    Doa terbaik untuk orantua mas irfan, semoga menjadi haji yg mabrur, aamiin..

  2. CURHAT IS NOT CRIME!!!
    Disinilah segala Bom Perasaan diLEDAKAN!

    Saya berterima kasih sudah berbagi cerita.
    Ada hikmah yang bisa saya ambil.

    Menangsilah kalau mau menangis ga usah malu2. #loh jadi ngawur,,,,

    Hihiii

    Barakallah ya MAs Alhamdulillah kedua orang tua bisa naik haji..semoga segera menyusul bareng istri #eh

    Aamiin

  3. Datang ikut mendo’akan ayah dan bunda irfanandi, semoga selalu diberi kemudahan dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air dan tentunya pulang membawa predikat haji yang mabrur. Amin.

  4. subhanallah,, ada rasa terharu membacanya,, bahagia ,karena saudara muslim saya Allah pilih,, tapi kapan giliran saya ya?? :-)
    mudahan Allah mudahkan perjalanan haji mereka dan menjadi haji yang mabrur..

  5. alhamdulillah.. jadi MUPENG mas Irfan setelah membacanya.. MUPENG Haji.. :)

    semoga kita semua dimudahkan untuk segera berangkat ke sana :) Amin..

    semoga bapak-ibu mas Irfan diberi keselamatan, kemudahan, kesehatan dan kelancaran slama menunaikan ibadah haji.. dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah..

    tetap menginspirasi mas..!

    salam,

  6. salah satu cita-cita saya: membiayai penuh orang tua saya saat naik haji (amin)
    Alhamduillah, selamat buat orang tuanya Bang Irfan, akhirnya bisa mengunjungi rumah Allah..smoga keduanya menjadi haji yang mabrur, amin..amin, amin ;-)

  7. subhanallah, senangnya yah mendengar orang berangkat haji, apalagi jika orang tua yang berangkat, apalagi kalau kita yang naik haji.. wuihh.. senengnya.. a..mi..n..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s